SMP Negri 1 Kota Madiun

Ekskul Robotika Diminati Siswa
HAI guys, udah pada tau belom ekskul baru di SMPN 1 (Spensa) Kota Madiun? Ekskul itu dibentuk sekitar satu tahun yang lalu. Eits, jangan salah lho, walaupun masih seumur jagung, ekskul robotika ini sudah mendapat prestasi yang nggak cukup dinilai dengan satu jempol, tapi dua!! Ya, pada 26 November 2012 mereka berhasil menyabet juara III lomba rakit robot tingkat provinsi di Ponorogo. Hebat kan!

“Alhamdulillah dapat juara III. Semoga ke depan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi. Bahkan, harapannya bisa sampai ke tingkat internasional,’’ kata Pak Hadi, pembina ekskul robotika SMPN 1 Kota Madiun.

Mau tau robot yang dilombakan waktu itu? Jenisnya line follower. Pernah dengar? Itu lho, yang jalannya ngikutin warna hitam dan putih. Jadim walaupun ada warna lain yang melintang, robot tetep berjalan ngikutin garis yang telah diatur. Soalnya, bagian depan ada sensor buat ngebedain warna garis.

Tim robotika SMPN 1 Kota Madiun juga pernah ikut lomba tingkat nasional lho! Kalo yang ini jenisnya robot soccer, bisa buat nendang dan nangkep kayak permainan sepak bola gitu deh. Keren kan! Sayangnya, kali ini belum mendapat juara. Tapi, don’t worry, lain kali pasti dapet kok!

Minat siswa Spensa buat mengikuti ekskul ini cukup tinggi lho. Buktinya, walaupun di kurikulum 2013 nggak ada pelajaran IT, tapi pecinta robot tidak gundah. Mereka tetap memajukan ekskul ini dengan penuh semangat. “Karena, ekskul ini menyenangkan. Anak-anaknya juga asyik, gurunya keren. Bisa buat kegiatan refreshing ,’’ kata M Rian, salah seorang peserta ekskul robotik Spensa.

“Dukanya dikit siih. Tangan kita pernah kesolder waktu ngerakit robot. Tapi, semua terbayar kok. Kalau robot kita udah jadi ada rasa puas dan kebanggaan tersendiri,” imbuh Alan, peserta ekskul robotik. (*)

Masuk Empat Besar Olimpiade Online Nasional
PRESTASI tingkat nasional kembali disabet siswa-siswi SMPN 1 (Spensa) Kota Madiun. Kali ini tim Spensa berhasil masuk empat besar lomba Olimpiade Online Geschool yang diikuti ratusan tim dari berbagai daerah. Padahal, mereka cuma punya waktu buat persiapan sekitar dua minggu buat ikut event memperebutkan Ainun Habibie award itu.

Tim SMPN 1 Kota Madiun yang mengikuti lomba itu antara lain Faiza Rahma,Ghina Mahdi, Saktika Rofiah, Lorenza, Arin A, Yusuf Ari, M Irfan Anugratama, Jerrycho T, Valentinus Ezra, Ilham Nur Muhammad, Azyumar L, dan M Salsabila Rafi. Mereka kebanyakan berasal dari kelas unggulan yaitu 9G dan akselerasi A. ‘’Walaupun gagal masuk tiga besar, ini tetaplah prestasi yang luar biasa. Kami bangga,’’ kata Pak Masrub, kepala SMPN 1 Kota Madiun.

Tim Spensa yang turun di Olimpiade Online Geschool itu dibina beberapa guru, yaitu Bu Ida (matematika), Pak Mono (Bahasa Indonesia), Bu Anik (Biologi), Bu Iik (Bahasa Inggris), dan Pak Sujitno (wakasek kesiswaan). Selain pembinaan dari guru, mereka getol belajar sendiri di rumah. Hasilnya cukup memuaskan. Tim Spensa Kota Madiun mampu menenpati posisi keempat di bawah SMPN 2 Jember, SMPN 5 Bandung, dan SMPM 3 Denpasar.

Pengalaman ikut lomba itu juga jadi bekal mereka untuk menghadapi UN nanti agar dapat nilai terbaik. Soalnya, tim Spensa dapat pembinaan dan trik trik dari provinsi. Selain itu, pastinya bikin ortu, guru, sekolah, dan teman-teman bangga. (*)

Kocak, Bikin Penonton Ngakak
STAND Up Comedy yang lagi ngetren di kota-kota besar menginspirasi anak-anak SMPN 1 Kota Madiun yang pintar ngomong dengan penuh kelucuan dan ekspresi membentuk
SUC Spensa.

Komunitas yang beranggotakan Danang (9F), Suryo (9D), Ahda (9E), Andrean (9F), dan Daffa (9F) ini jadi pusat perhatian waktu tampil di HUT Spensa 18 September lalu. Aksi komunitas yang punya slogan #KetawaYangIkhlas’ ini benar-benar kocak sampai penonton pada ngakak. “Dengan kita stand up lagi pada kegiatan akhir semester di sekolah semoga bisa jadi sarana promosi agar komunitas ini tetap berjalan dan diteruskan,” kata Danang, ketua SUC Spensa.

Asal tau aja, stand up comedy bukanlah teater, tapi aksi melucu di depan stand mic. Biasanya yang ngomong cuma satu orang. Topik yang diangkat macem-macem, mulai pergaulan remaja sampai isu politik yang lagi hangat. Di Indonesia, comic yang terkenal antara lain Raditya Dika dan Mongol. ‘’Buat yang pengen tau lebih banyak SUC Spensa, bisa follow Twitter kami di @SUCSpensa_MN,’’ ucap Danang. (*)

Posted in SLTP | Leave a comment

MTs Negeri 1 Paron Ngawi

Permainan Cepat, Pertahanan Rapat
LUAR BIASA. Itulah kata-kata yang pas untuk menggambarkan potensi yang dimiliki Olga Orizasativa Morizkya. Siswi MTsN 1 Paron Ngawi itu bisa dibilang atlet tenis meja masa depan Indonesia. Setelah kerap merajai kejuaraan lokal dan daerah, di ajang Porseni Kementerian Agama Tingkat Nasional beberapa waktu lalu Olga berhasil menyabet medali emas.

Sukses Olga itu nggak lepas keseriusannya berlatih dan mental bertandinya yang pantas diacungi jempol. Belum lagi dia punya ciri khas permainan cepat sehingga bikin lawan kelabakan.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada pembina tenis meja MTsN 1 Paron yang dengan sabar dan tulus telah membimbing dan mendampingi saya selama ini,’’ ujar Olga.

Keberhasilan Olga meraih emas sebelumnya sudah diprediksi Wakasek Kesiswaan Ibnu Mundir. ‘’Selain mainnya cepat, Olga memiliki pertahanan yang rapat ketika diserang,’’ tuturnya.

Hasil gemilang yang ditorehkan Olga bikin rangkaian prestasi siswa MTsN 1 Paron tambah panjang saja. Pada Februari 2012, misalnya, anak-anak madrasah ini memborong lima prestasi. Yaitu, juara I Olimpiade MIPA tingkat Kabupaten Ngawi yang digelar Forsmawi, peringkat 1 try out unas se-karesidenan yang diadain MAN 2 Madiun, juara umum lomba cerdas tangkas pramuka penggalang (LCTPP) tingkat karesidenan yang diprakarsai MAN 2 Madiun, juara I pidato Bahasa Inggris tingkat provinsi di ajang Porseni Kementerian Agama Jatim, dan juara II tenis meja Jatim nomor tunggal putri.

Kepala MTsN 1 Paron M. Bisri Musthofa menyebut masih banyak prestasi yang diraih anak didiknya. Mulai dari juara drumband, syahriatul Quran, karya ilmiah remaja (KIR), sampai lomba lingkungan sekolah sehat.

Dia menuturkan, prestasi tesebut tidak diraih secara instan, melainkan sudah didesain secara matang. ‘’Desain prestasi diawali dengan penentuan visi dan misi madrasah (berakhlaq mulia, dedikatif, intelek, dan treampil) , penyusunan rencana kerja madrasah (RKM), pembagian tugas dengan prinsip right man on the right place, kerja nyata di lapangan, dan selalu melakukan evaluasi diri,’’ jelasnya. (*)

Siaga di Upacara Bendera hingga Karnaval
MTsN 1 Paron, Ngawi, punya tim PMR yang jempolan loh. Ya, anak-anak peserta ekstrakurikuler bidang itu selama ini kerap memberikan konstribusi aktif dalam penanganan siswa yang mempunyai masalah kesehatan. Baik saat upacara bendera hari Senin maupun momen eksternal lainnya seperti karnaval, pawai taaruf dan sebagainya.

Bahkan, PMR MTsN 1 Paron pernah meraih juara umum dalam Jumbara tingkat Kabupaten Ngawi 2011 di lapangan Teguhan dan juara II Jumbara 2013 di lapangan Jogorogo. “Keberhasilan anak-anak dalam meraih juara umum tak lepas dari peran serta bapak dan ibu pembina,’’ tutur Fuad Al Rofiq, salah seorang pembina PMR MTsN 1 Paron.

Selain PMR, madrasah ini punya ekskul keren lainnya seperti band, drumband, paduan suara, hadrah, qiroah, kaligrafi, greenschool, basket, voli, dan masih banyak lagi. (*)

Jadi Juara Umum Pawai Taaruf
NOVEMBER tahun ini lagi-lagi MTsN 1 Paron, Ngawi, menorehkan prestasi. Kali ini tim madrasah itu dinobatkan sebagai juara umum pawai taaruf se-Kecamatan Paron menyambut 1 Muharram 1435 H.

Tim gerak jalan putranya nggak mau kalah. Mereka menyabet juara III lomba gerak jalan Suryo-Ngawi memperingati Hari Pahlawan. ‘’Semua ini anugerah dari Allah SWT yang kita raih dengan usaha keras serta diiringi dengan doa,’’ kata Wakil Kepala Bidang Humas Lukman Hakim. (*)

Malang Melintang di Berbagai Lomba
YANG namanya lomba sudah jadi hal biasa bagi Gudep MTsN 1 Paron, Ngawi. Nggak cuma berkiprah di tingkat kecamatan, kabupaten, dan karesidenan, gudep madrasah ini pernah mengikuti lomba tingkat Provinsi JawaTimur. ‘’Dalam laga lomba tingkat kabupaten di Kecamatan Paron tahun ini, gudep kami meraih gelar juara umum,’’ kata Supardi, pembina pramuka MTsN 1 Paron.

Dia menuturkan, sejak berdiri Gudep MTsN 1 Paron selalu digembleng latihan rutin untuk dewan penggalang dan latihan wajib untuk seluruh siswa kelas VII. ‘’Latihan tersebut membuat siswa-siswi terbiasa dengan karakter-karakter pramuka yang ditanamkan oleh Gudep MTsN 1 Paron. Saat menghadapi lomba, anak-anak tidak perlu latihan dengan porsi yang berlebih,’’ tuturnya. (*)

Posted in SLTP | Leave a comment

SMA Negeri 1 Ngawi

PEDE BERKAT ENGLISH DAY
JANGAN heran kalo ke SMAN 1 (Smasa) Ngawi lihat siswa-siswi sekolah itu pada casciscus ngomong Bahasa Inggris. Itu salah satunya berkat English Day (ED), drama bahasa Inggris yang diadain tiap Senin usai upacara.

Dalam ED, kelas yang kebagian jatah menampilkan sebuah pertunjukan drama. Biasanya yang diangkat adalah cerita rakyat yang disisipi humor gitu deh. So, emosi penonton seolah diaduk-aduk karena ada sisi heroik, dramatis, sekaligus humor.

Kepala SMAN 1 Ngawi Sukamdi menuturkan, English Day bertujuan mengasah kemampuan Bahsa Inggris anak-anak Smasa dengan kemasan yang menyenangkan dan nggak membosankan. ‘’Sekaligus melatih berani unjuk gigi di depan umum,’’ ujarnya.

Kekompakan siswa masing-masing kelas juga terpupuk lewat acara itu. Soalnya, semua dilibatkan dalam pembuatan dan pertunjukan drama dubbing yang ditampilkan setiap hari Senin itu.

Senin kemarin, giliran siswa kelas XI IPA 6 yang tampil. Mereka mengusung cerita Laskar pelangi. Aksi anak-anak Inem-sebutan XI IPA 6-benar-benar mengocok perut penonton. “Bagus, terutama pas mau ending, lucu dan menghibur banget,’’ komentar Anggit Putra, siswa kelas XII IPS 3.

Ulfa Hardila, salah satu siswa kelas XI IPA 6, mengatakan, tampil di English Day butuh kerja keras dan pengorbanan. Tapi, semua itu terbayar karena timnya mampu tampil perfect dan menghibur. (*)

Putri Smasa Ngawi ke Final
SMAN 1 (Smasa) Ngawi nggak pernah kekurangan pemain basket jempolan. Gimana nggak, sekolah ini punya agenda tahunan kejuaraan basket Smasa and Bupati Cup. Tahun ini kejuaraan tersebut memasuki edisi keempat.

Hari Minggu (24/11) kemarin, Smasa and Bupati Cup #4 sudah menapaki babak semifinal. Hasilnya, tim putra SMAN 2 Sragen akan bertemu dengan SMAN 3 Magetan di final. Sedangkan di bagian putri, tim SMAN 2 Ngawi akan bentrok dengan tuan rumah SMAN 1 Ngawi di partai puncak. Final akan digelar pekan depan.

Pada semifinal kemarin, yang paling heboh pastinya saat tim tuan rumah bertanding. Laga berlangsung seru. Tapi, tim Smasa yang tampil pede dan didukung ratusan suppoter akhirnya mampu menekuk lawannya, tim SMAN 2 Ponorogo.

Kejuaraan basket Smasa and Bupati Cup mendapat apresiasi peserta. Widya Ayu dari SMAN 1 Ponorogo, misalnya, menyebut event itu berguna banget buat nambah jam terbang dan mengasah mental bertanding. ‘’Dapet banyak temen baru lagi,’’ katanya.

Nggak cuma membawa pulang trofi bupati dan trofi smasa, para juara berhak mendapat uang pembinaan. Juara I Rp 1 juta, juara II Rp 750 ribu, dan juara III Rp 500 ribu.

Kejuaraan ini dipastikan bebas dari kecurangan, misalnya ngebon pemain basket dari sekolah lain. Soalnya, dari pintu masuk saja peserta sudah dicegat panitia untuk mengingatkan pemakaian ID card. Nah, kalau nggak bawa, ditahan sebentar untuk diinterogasi. So, kalau ada pemain ‘’aspal’’ pasti ketahuan. ‘’Jangan lupa saksikan finalnya tanggal 1 Desember nanti,’’ ujar Ivan Firmansyah, ketua panitia. (*)

Teater Hari Guru Bikin Haru
HARI Guru diperingati secara khusus sama warga SMAN 1 (Smasa) Ngawi. Sabtu (23/11) lalu anak-anak Smasa sengaja menggelar pertunjukan teater yang disuguhkan buat bapak dan ibu guru. Kali ini, berlatar masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Pentas teater itu berkisah tentang seorang siswa yang nggak pernah hormat sama bapak guru. Bahkan, murid laki-laki tersebut sampai tega nggembosi ban sepeda sang guru. Nah, suatu ketika si anak bandel ini terjebak di sarang tentara Sekutu hingga dijadikan tawanan.

Bapak guru laki yang pernah dilecehkan itu akhirnya mengetahui muridnya ditawan tentara Sekutu. Tapi, bukannya dicueki, si siswa bandel itu malah diselamatkan. Tragisnya, di bagian ending, sang guru tertembak mati, sedangkan si murid selamat atas bantuan tentara Sekutu yang mengkhianati pemimpinnya.

Mendapati guru yang menyelamatkannya sudah tak bernyawa, siswa itu pun memendam penyesalan mendalam. Beberapa penonton juga tampak terharu. “Bagaimana pun sikap murid terhadap guru, pasti selalu ada rasa cinta dalam hatinya. Lihat saja, muridnya tadi menyesal kan ketika gurunya meninggal. Itu tandanya ada rasa cinta dalam hatinya. Saya sempat menangis juga tadi,” kata Dyah Rahmawati, guru sosiologi Smasa Ngawi, mengungkapkan pesan moral di balik kisah dalam teater itu.

Tapi, ada juga loh adegan dan dialog yang bikin ngakak penonton. Pokoknya, bener-bener heboh. “Persiapannya cuma sebentar. Hari Kamis itu pembuatan naskah, Jumatnya latihan, Sabtu tampil,” kata Laras, anggota teater yang bertugas jadi operator musik.

Selain teater, peringatan Hari Guru juga dimeriahkan dengan aksi-aksi lainnya yang nggak kalah menarik. Yaitu, baca puisi, menyanyikan Himne Guru, dan pemberian cinderamata untuk bapak dan ibu guru Smasa Ngawi. (*)

Posted in SMA | Leave a comment

SMKN 1 Kasreman Ngawi

HABIS gelap terbitlah terang. Pepatah itu pas banget buat menggambarkan sukses yang diraih SMKN 1 Kasreman, Ngawi, saat ini. Meski sekolah ini lokasinya bisa dibilang di wilayah pinggiran, tapi soal prestasi nggak kalah sama sekolah-sekolah di kota.

Image and video hosting by TinyPic

Dan, setelah kurang lebih delapan tahun, akhirnya Skanka-sebutan SMKN 1 Kasreman-berhasil menunjukkan eksistensinya. Bahkan, tahun ini Skanka panen prestasi, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Pada kejuaraan memperingati HUT RI ke-68 lalu, misalnya, sekolah ini meraih juara III lomba sepeda motor hias, juara III gerak jalan putra, juara II gerak jalan putri, dan juara harapan III Ekspo Smk Bisa. Skanka juga meraih juara I pidato bahasa Jawa, juara III replika jembatan putra, juara I repilika jembatan putri, juara III petolongan pertama gawat darurat (PPGD) pada kegiatan jumbara, juara I HUT Pramuka se-Kecamatan kasreman dan masih banyak lagi.

Iin Dwi Noviana, salah seorang siswi yang menang lomba gerak jalan, mengaku sukses itu nggak lepas dari latihan keras selama ini. ‘’Kami hanya melakukan yang terbaik. Jika akhirnya juara ya itu hasil kerja keras kami selama ini,” ujarnya.

Pak Agus Sumarno, pelatih gerak jalan, menyebut masih banyak potensi yang dimiliki siswa Skanka di bidang olahraga yang belum tersalurkan secara maksimal. ‘’Semua itu butuh proses. Tidak mungkin kita bisa sukses tanpa adanya proses panjang,’’ tuturnya.

Di bidang akademik, prestasi SMKN 1 Kasreman juga moncer. Pada ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 sekolah ini menduduki peringkat 3 NUN tertinggi dan peringkat 3 rata-rata nilai NUN se-Kabupaten Ngawi. ‘’Beberapa lulusan diterima di universitas negeri seperti UM, UNJ, Unej lewat Bidik Misi jalur tes. Banyak juga langsung ditampung di dunia kerja, baik lokal, regional, nasional, maupun luar negeri,’’ ungkap Bu Sri Mulyani, kepala SMKN 1 Kasreman.

SMKN 1 Kasreman memiliki tiga kompetensi keahlian, yakni Busana Butik, Teknik Komputer Jaringan, dan Akuntansi. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah kejuruan ini terbilang komplet, mulai Pramuka, PMR, BIMTAQ, English Club, voli, komputer, seni tari, hingga mading. ‘’Kami selalu berusaha meningkatan kualitas pendidikan berbasis kemandirian dan karakter yang baik,’’ ujarnya. (*)

Taklukkan Puncak Lawu
SMKN 1 Kasreman, Ngawi, punya komunitas pecinta alam lho. Namanya GAPPENA (Gerakan Pramuka Pecinta Alam) yang merupakan organisasi pengembangan jenis kegiatan pramuka. Organisasi ini aktif dalam kegiatan luar maupun dalam sekolah, khususnya lintas alam.

Meski baru berdiri pada 2009, GAPPENA sudah sering mengikuti kegiatan, baik tingkat lokal, regional, maupun nasional. ‘’Kegiatan yang telah diikuti antara lain lomba lintas alam tahunan di Tulungagung yaitu Lindri Land Rock. Juga Indo 7 yang bekerja sama dengan salah satu stasiun televisi swasta,’’ kata Bondan Ardiansyah, salah seorang penggawa GAPPENA.

Puncak kegiatan GAPPENA adalah pendakian masal (penmas). Terakhir, 35 peserta penmas berhasil menaklukkan tinggi, terjal, dan dinginnya Gunung Lawu. ‘’Nggak pernah kebayang bisa mencapai puncak Lawu. Semuanya ini butuh fisik, tenaga, strategi dan tentunya semangat pantang menyerah,’’ tuturnya.

‘’Tim kami ini terdiri dari lintas generasi. Artinya, banyak alumni SMKN 1 Kasreman yang tergabung di dalamnya. Selain sebagai salah satu bentuk kekompakan dan membangun jaringan, ini memudahkan kami untuk mencari informasi yang bermanfaat,’’ imbuh Rosyidi, salah seorang koordinator GAPPENA. (*)

Cetak Pemimpin Masa Depan lewat LDK
BANYAK cara untuk mencetak calon pemimpin andal. Salah satunya lewat latihan dasar kepemimpinan (LDK) seperti diadain OSIS SMKN 1 Kasreman, Ngawi. Akhir September lalu, selama tiga hari OSIS Skanka-sebutan SMKN 1 Kasreman-menggelar LDK OSIS masa bhakti 2013/2014.

Image and video hosting by TinyPic

LDK itu merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebelum berakhirnya masa jabatan pengurus OSIS lama. LDK bertema “Pikiran yang besar, sebagaimana pemimpin sejati yang memiliki tujuan, Sementara pikiran orang-orang biasa hanya memiliki angan-angan” itu diikuti 25 peserta dari perwakilan kelas yang telah lulus tes MPK. ‘’Kegiatan ini sangat efektif untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas,’’ kata Bondan Ardiansyah, ketua panitia.

Menurut Bondan, seorang pemimpin harus mampu membaca situasi dan berpikir kritis dalam setiap tindakannya. Dan, kegiatan itu merupakan salah satu media pembelajaran bagi calon-calon pengurus OSIS untuk mempersiapkan diri sebelum serah terima masa jabatan sebagai bentuk tanggung jawab yang akan diemban. ‘’Semua stakeholder, baik dari pihak sekolah maupun luar sekolah mendukung kegiatan ini,” ujar Bondan.

Yang menarik, dalam LDK kali ini panitia sengaja mendatangkan anggota TNI AD untuk memberi materi tentang LBB. Bondan mengatakan, adanya pemateri dari kalangan militer itu lebih memberikan warna yang positif bagi peserta LDK.

Gimana kesan peserta LDK OSIS kali ini? ‘’Luar biasa dan bermanfaat bagi seluruh peserta, terutama aku. Melalui kegiatan ini aku dapat berbagai pengalaman berorganisasi,’’ kata Damayantik, ketua OSIS baru. (*)

Crew Liputan:
Image and video hosting by TinyPic

Posted in SMA | Leave a comment

SMK PGRI 6 Ngawi

Kewalahan Penuhi Permintaan
PROBLEM sulitnya mencari pekerjaan masih menghantui lulusan sekolah kejuruan. Namun, hal itu tak berlaku bagi alumni SMK PGRI 6 Ngawi atau yang dikenal dengan sebutan Kampus Ijo. Soalnya, sekolah ini punya bursa kerja khusus (BKK) yang menjembatani lulusan dengan pengguna tenaga kerja.

Nggak sia-sia Kampus Ijo mendirikan BKK. Terbukti, banyak lulusan yang diterima di berbagai perusahaan besar, baik dalam maupun luar negeri. Bahkan, permintaan terhadap lulusan Kampus Ijo semakin lama semakin tinggi.
Continue reading

Posted in SMA | Leave a comment

SMA Negeri 2 Mejayan Kabupaten Madiun

Datangkan Ustad Hariri
PADA tau Ustad Hariri kan? Itu loh, pemeran Ustad Qodir di sinetron Islam KTP. Nah, waktu SMAN 2 (Smanda) Mejayan Kabupaten Madiun merayakan HUT ke-36, pihak sekolah mendatangkan Ustad Hariri untuk memberikan ceramah dalam pengajian akbar.


Continue reading

Posted in SMA | 2 Comments

Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Punya Program Pengembangan Bisnis
STATUS pegawai negeri sipil (PNS) mungkin masih menjadi impian sebagian warga. Namun, menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) H. Sulton, PNS maupun bekerja di luar negeri bukanlah segalanya. ‘’Kesuksesan juga bisa diraih dengan menjadi wirausahawan,’’ kata Pak Sulton.

Karena itu, UMP sengaja mengembangkan program entrepreneurship (kewirausahaan). ‘’Program ini menjadi pintu yang efektif untuk mengembangkan diri sehingga mahasiswa dapat mempertajam basis keilmuwan akademis untuk menjawab problem diri dan masyarakat, atau bahkan untuk menciptakan peluang kerja yang memang sangat dibutuhkan saat ini,’’ tuturnya.

Continue reading

Posted in PT | Leave a comment

SMA Negeri 1 Ponorogo

KIR Smazapo Berjaya di ITB
BARANG limbah di tangan anak-anak SMAN 1 Ponorogo (Smazapo) mampu disulap jadi bahan bernilai ekonomi tinggi. Limba plastik, misalnya, diolah menjadi bahan campuran beton yang diberi nama Tosuseptik, singkatan dari beton bersuplemen serbuk sampah plastik. Sementara, lumpur Lapindo Sidoarjo dijadikan bahan baterai fuel cell. Continue reading

Posted in SMA | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | Leave a comment